Prospek Industri Pariwisata di Indonesia

Penulis: Hidayat, MBA

Beberapa tahun belakangan ini, jika kita mengunjungi tempat rekreasi pada liburan panjang seperti liburan lebaran, natal dan tahun baru, objek wisata penuh sesak dipadati pengunjung. Objek wisata pantai seperti Ancol, alam pegunungan di Puncak Bogor, sampai kebun binatang seperti Ragunan penuh sesak. Kepadatan juga mewarnai mal-mal dan objek wisata kuliner atau fashion lainnya.

Apa yang telah terjadi sesungguhnya?

Pariwisata, saat ini, seolah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat kita. Bagi negara, ternyata pariwisata telah menjadi sektor industri pendatang devisa ketiga terbesar. Seperti dinyatakan oleh Kementerian Pariiwisata bahwa, sejak tahun 2009, industri pariwisata menempati urutan ketiga dalam hal penerimaan devisa setelah komoditi minyak dan gas bumi serta minyak kelapa sawit.[1] Oleh sebab itu pemerintah sedang gencar-gencarnya mengundang wisatawan untuk datang ke Indonesia.

Dari mana datangnya para wisatawan ini?

Kita mulai dahulu dengan membahas wisatawan domestik. Setiap liburan panjang terutama, kita sering mendengar berita bahwa rata-rata objek wisata di’serbu’ oleh ribuan wisatawan domestik setiap musim liburan. Kemacetan panjang mewarnai jalan-jalan menuju objek wisata. ini sungguh fenomena yang tidak kita jumpai sepuluh tahun ke belakang. Apa sebenarnya yang terjadi? Berdasarkan data Bank Dunia, tahun 2003 jumlah kelas menengah di Indonesia hanya sebesar 37,7%. Namun pada tahun 2010 mengalami peningkatan drastis menjadi 56,6% mencapai 134 juta jiwa. Rupanya peningkatan jumlah orang kaya baru (kelas menengah baru) inilah yang menjadi penyebabnya. Tentunya, setelah kebutuhan pokok (sandang, pangan dan papan) terpenuhi, manusia akan cenderung memenuhi hasrat kebutuhan yang lebih tinggi, salah satunya kebutuhan berwisata. Pasca krisis ekonomi yang dialami indonesia pada tahun 1998, pertumbuhan ekonomi indonesia mulai merangkak naik yang disertai dengan pertumbuhan jumlah ekonomi kelas menengah.

Apakah jumlah wisatawan mancanegara juga meningkat?

Seperti dinyatakan oleh menteri pariwisata dan ekonomi kreatif bahwa secara akumulatif kunjungan wisman ke indonesia pada semester 1 tahun 2013 meningkat menjadi 3,87 juta wisatawan menjadi 4,15 juta wisatawan pada periode januari-juni 2013. Kebanyakan wisatawan tersebut berasal dari negara tetangga yaitu Malaysia dan Singapura. 5 negara tertinggi yang berkunjung ke Indonesia adalah Malaysia, Singapura, Australia, China dan Jepang. Selain 5 negara tersebut, negara lain seperti Korea, Filipina, Taiwan, Amerika Serikat dan Inggris juga memiliki jumlah wisatawan yang banyak mengunjungi Indonesia.

Lokasi Wisata mana saja yang paling banyak dikunjungi?

Tidak hanya lokasi wisata yang berada di pulau jawa yang penuh sesak dikunjungi wisatawan. Rupanya tempat wisata di luar pulau jawa pun tidak kalah ramainya. Saat ini ada beberapa lokasi wisata yang tenar seperti Raja Ampat di Papua, Pulau Komodo di Nusa Tenggara Timur dan Lombok. Berikut merupakan beberapa Provinsi di Indonesia yang paling sering dikunjungi wisatawan menurut BPS: Bali, Jawa Barat, Jawa tengah,Jawa Timur dan DKI Jakarta, Sumatera utara, Lampung, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Banten dan Sumatera Barat. Bagi para pelaku usaha di Industri Pariwisata, dapat memfokuskan diri untuk membangun bisnis yang berkaitan dengan kebutuhan wisatawan di provinsi-provinsi di tersebut.

Apakah Booming Industri Pariwisata masih akan tetap berlanjut di 2014?

pertumbuhan industri pariwisata tentunya tidak terlepas dari pertumbuhan ekonomi negara asal wisatawan. Untuk itu kita perlu melihat bagaimana perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan beberapa negara di dunia. Beberapa pengamat dari berbagai perbankan memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2014 akan mengalami sedikit peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi diprediksi berada di angka 6% meningkat 0,2 dibandingkan 5,8% dibandingkan tahun 2013. peningkatan pertumbuhan ekonomi ini tentunya akan berdampak terhadap peningkatan jumlah wisatawan domestik. kemungkinan di tahun 2014 ini, objek-objek wisata di indonesia akan terus dipadati wisatawan di hari-hari libur terutama libur panjang.

apakah kondisi yang sama juga akan terjadi pada wisatawan mancanegara? untuk menjawab pertanyaan ini tentunya kita perlu mengamati pertumbuhan ekonomi berbagai negara. Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia akan menguat menjadi 3,8% meningkat dibandingkan di 2o13 dimana pertumbuhan ekonominya hanya 3,2%. walaupun mengalami pertumbuhan ekonomi, namun hal ini tidak akan berpengaruh besar terhadap peningkatan jumlah wisatawan mancanegara. travel warning yang dikeluarkan dari negara seperti australia dan pemilu di Indonesia nampaknya akan menunda sebagian wisatawan untuk datang ke Indonesia.

Avatar

Ayat Hidayat Huang

Direktur PT Globalstat Solusi Utama
Konsultan Market dan Bisnis Riset
untuk Training, Konsultansi, dan Riset
call: +6281321898008
Avatar

Latest posts by Ayat Hidayat Huang (see all)

About Ayat Hidayat Huang

Avatar

Direktur PT Globalstat Solusi Utama Konsultan Market dan Bisnis Riset untuk Training, Konsultansi, dan Riset call: +6281321898008