Yuk, Menghitung Potensi Omset Bisnis Anda..

Ditulis oleh: Ayat Hidayat Huang, MBA (Head of Research PT Globalstat Solusi Utama)

Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan contoh bagaimana membuat perhitungan berapa potensi maksimal omset bisnis Anda. Sebagai contoh katakanlah sebuah perusahaan akan melakukan diversifikasi usaha ke bidang properti. Anda sebagai manajer pengembangan bisnis ditugaskan untuk menghitung berapa potensi omset bisnis maksimal dari unit bisnis baru yang akan dibuat. Bagaimana menghitungnya?

Seperti sudah saya jelaskan pada artikel sebelumnya langkah pertama adalah kita harus tentukan segmen pasar. Calon pelanggan kita kelompok-kelompokkan menjadi segmen-segmen berdasarkan karakteristik yang dianggap penting terkait bisnis kita. Mengingat bisnis yang akan dimasuki adalah bisnis properti, maka mari kita membuat segmen berdasarkan rentang usia. Kelompok usia pelanggan biasanya akan berpengaruh terhadap keputusan pembelian sebuah properti. Kita kelompokkan calon pelanggan menjadi rentang usia < 25 tahun, 25-30 tahun, 30-35 tahun, 40-50 tahun, > 50 tahun. Saya membuat rentang usia di atas dengan pertimbangan bahwa sebelum usia 25 adalah kelompok usia lajang. 25 sd 30 tahun adalah kelompok usia para perintis karir, diantara mereka ada yang sudah menikah dan ada yang belum menikah. Pada rentang usia 30-35 tahun adalah rentang usia kelompok orang yang sudah mulai menetapkan karir di satu perusahaan tertentu. Kelompok ini biasanya sudah menikah dan memilik anak 1 atau 2 anak yang masih kecil-kecil. Sedangkan usia 40-50 tahun adalah kelompok usia mature dalam hal pekerjaan dimana secara karir mereka sudah sukses namun tentunya kebutuhan propertinya juga lain dibandingkan usia dibawahnya. Dalam kesempatan kali ini, katakanlah kita akan membidik calon pelanggan dengan kelompok usia 30 sampai 35 tahun.

Langkah berikutnya adalah menentukan batas siapa yang akan menjadi pelanggan kita secara geografis. Katakanlah tanah yang akan kita kembangkan sebagai properti hunian berlokasi di Wilayah Depok. Maka kemungkinan calon pelanggan utama kita adalah dari wilayah Jakarta dan Depok. Misalkan setelah kita hitung jumlah calon pelanggan di kedua lokasi tersebut adalah 1000, maka jumlah potensial pelanggan di segmen ini (N) adalah 1000 calon pelanggan.

Mulailah mencari informasi mengenai data pesaing sejenis yang membidik segmen yang sama. Anda kumpulkan berapa jumlah pesaing Anda dan berapa unit rumah yang mereka jual. Katakakanlah setelah anda menghitung, ternyata total rumah yang disediakan oleh pesaing adalah 700 unit rumah. Maka masih ada sisa market 1000-700=300 unit rumah. maka untuk menghitung potensi market share anda (MS) adalah sebanyak 300/1000 = 0,3.

Mencari rata-rata harga jual pada segmen yang sama juga merupakan hal yang perlu didapatkan. Misalkan setelah anda melakukan survei, rata-rata harga rumah (P) adalah adalah Rp 500 juta perunit. Mengingat produk yang dijual adalah rumah, maka biasanya konsumen hanya membeli satu rumah dalam beberapa tahun. Maka kita dapatkan nilai Q =1. Q adalah kuantitas produk yang dibeli oleh konsumen dalam satu tahun.

Mari kita hitung potensi omset bisnis maksimal dengan menggunakan formula berikut:

MP = N x MS x P xQ

N =1000
MS = 0,3
P =500 juta
Q= 1

MP = 1000 x 0,3 x 500 juta x 1
=Rp 150 Milyar

Maka potensi maksimal omset bisnis Anda adalah 150 milyar. Ini tentunya belum memperhitungkan munculnya kompetitor baru. Jika memperhitungkan kompetitor yang akan muncul beberapa tahun kedepan maka tentunya akan mengurangi potensi masimal omset bisnis Anda.

Ayat Hidayat Huang

Direktur PT Globalstat Solusi Utama
Konsultan Market dan Bisnis Riset
untuk Training, Konsultansi, dan Riset
call: +6281321898008

Latest posts by Ayat Hidayat Huang (see all)

About Ayat Hidayat Huang

Direktur PT Globalstat Solusi Utama Konsultan Market dan Bisnis Riset untuk Training, Konsultansi, dan Riset call: +6281321898008